Female Genital Mutilation (FGM) atau yang dikenal sebagai sunat pada wanita   merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan sejak bertahun-tahun yg kemudian hingga mengakar di rakyat eksklusif. berdasarkan World Health Organization (WHO), sunat pada wanita artinya suatu mekanisme pengangkatan sebagian atau seluruh indera kelamin wanita bagian luar. Dominan aplikasi sunat wanita didasari oleh suatu kultur atau budaya dan  kepercayaan . yang mana menjadi bagian buat penghormatan perempuan   pada keluarga sampai kondisi buat menikah.

sunat pada wanita 

UNICEF mencatat sebesar lebih kurang 200 juta perempuan   serta anak-anak telah melakukan pelaksanaan sunat pada wanita. Indonesia ialah negara terbesar ketiga sesudah Mesir serta Ethiopia. sentra Studi Kependudukan dan  Kebijakan (PSKK) UGM memaparkan melalui seminar bahwa ada 7 provinsi dengan prevalensi yang tinggi terhadap sunat wanita, yaitu Bangka Belitung, Gorontalo, Banten, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Riau,

Proses pelaksanaan sunat perempuan   bisa dibilang sederhana sebab tak diikuti oleh ritual-ritual pengiringan. umumnya sehabis proses penyunatan oleh dukun bayi atau bidan langsung balik  ke tempat tinggal   tanpa adanya syukuran atau seremoni seperti sunat pada karena Bila dicermati dari tujuan sunat perempuan   yg dilaksanakan buat mempertahankan kesucian serta mengendalikan nafsu perempuan  . sang sebab itu, sporadis ditemukan seremoni pasca sunat wanita dilakukan.

Pelaksanaan sunat wanita biasanya dilakukan oleh dukun dan  bidan. Sunat perempuan   yang dilakukan oleh dukun bisa dikatakan masih sangat ortodok yaitu menggunakan memakai silet menjadi alat sunat. Proses sunat oleh dukun dilakukan menggunakan menggores klitoris sampai berdarah sebagai kondisi legal buat sunat perempuan  . buat pengobatan pasca sunat umumnya menggunakan Betadine

Meskipun disebut tidak ada manfaat kesehatan

Female Genital Mutilation (FGM) atau yang dikenal sebagai sunat pada wanita   merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan sejak bertahun-tahun yg kemudian hingga mengakar di rakyat eksklusif. berdasarkan World Health Organization (WHO), sunat pada wanita artinya suatu mekanisme pengangkatan sebagian atau seluruh indera kelamin wanita bagian luar. Dominan aplikasi sunat wanita didasari oleh suatu kultur atau budaya dan  kepercayaan . yang mana menjadi bagian buat penghormatan perempuan   pada keluarga sampai kondisi buat menikah.

Bidan permanen melakukan praktik sunat wanita sebab buat mengurangi risiko sunat yang dilakukan sang dukun. mekanisme sunat perempuan   yang dilakukan oleh bidan dengan cara membersihkan alat kelamin, memotong ujung klitoris atau menggores Labia Minora menggunakan gunting medis. kemudian diberikan Betadine pada bekas sunat.

Apakah Boleh Pelaksanaan Sunat Pada Wanita?

Sunat wanita masih sebagai pelanggaran hak asasi manusia yg diakui secara internasional. mayoritas sunat perempuan   dilaksanakan ketika masih bayi sampai remaja yg mana mereka belum sepenuhnya sadar hak akan tubuh mereka. Sunat perempuan   juga dianggap tidak memiliki manfaat. Selain itu, sunat perempuan   justru dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik dan  psikososial.

Pelaksanaan sunat pada wanita, juga dikenal sebagai mutilasi genital perempuan (FGM/C), adalah praktik yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh bagian genital eksternal wanita, seperti klitoris, bibir vagina, atau kedua organ tersebut. Sunat wanita merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Sunat wanita dilakukan oleh praktisi tradisional yang tidak memiliki pelatihan medis dan seringkali dilakukan di luar fasilitas medis.

sunat pada wanita 
sunat pada wanita 

Pentingnya Pelaksanaan Sunat Pada Wanita?

Penting untuk menyadari bahwa sunat wanita adalah praktik yang sangat berbahaya dan memiliki dampak serius pada kesehatan fisik dan psikologis perempuan. Beberapa konsekuensi dan risiko dari sunat wanita termasuk:

  1. Nyeri Ekstrem: Sunat wanita dilakukan tanpa penggunaan anestesi atau kondisi kebersihan yang memadai, sehingga menyebabkan rasa nyeri fisik yang luar biasa bagi perempuan yang menjalani prosedur ini.
  2. Infeksi dan Komplikasi: Pelaksanaan sunat wanita tanpa kondisi kebersihan yang memadai meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi yang serius. Luka yang terbuka pada area genital dapat menyebabkan infeksi bakteri dan virus.
  3. Gangguan Fisik: Pengangkatan bagian-bagian genital dapat menyebabkan gangguan fisik jangka panjang, termasuk masalah buang air kecil, menstruasi yang menyakitkan, dan masalah seksual.
  4. Dampak Psikologis: Sunat wanita seringkali menyebabkan dampak psikologis yang serius pada perempuan, seperti gangguan stres pasca-trauma, depresi, dan gangguan kecemasan.
  5. Risiko Kematian: Sunat wanita dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa dan dapat berujung pada kematian.

Penting untuk diingat bahwa sunat wanita adalah pelanggaran hak asasi manusia dan telah dikutuk oleh banyak organisasi kesehatan dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Praktik ini dilarang di banyak negara dan perlu dihapuskan sepenuhnya untuk melindungi hak dan kesehatan perempuan. Upaya perlindungan, edukasi, dan penegakan hukum diperlukan untuk mengakhiri praktik berbahaya ini dan memastikan kesehatan dan kesejahteraan perempuan. Anda bisa cek terupdate informasi mengenai sunat di IG Rumah Sunat Galaxy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *