Tradisi sunat di Jawa, warisan budaya di lindungi Indonesia, memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, karena merupakan bagian dari budaya dan adat istiadat masyarakat Jawa. Tradisi sunat di Jawa merupakan warisan budaya di lindungi di Indonesia umumnya dilakukan oleh masyarakat Muslim Jawa, yang merupakan mayoritas dari penduduk Jawa. Berikut adalah beberapa ciri khas tradisi sunat di Jawa.

Apa Saja Tradisi Sunat di Jawa, Warisan Budaya Di Lindungi?

Acara keluarga yang meriah untuk tradisi sunat di jawa sering kali diadakan sebagai acara keluarga yang meriah. Keluarga dan kerabat biasanya berkumpul untuk merayakan momen ini bersama-sama.

  1. Tradisi Gotong Royong: Sunat di Jawa seringkali melibatkan tradisi gotong royong, di mana anggota keluarga dan tetangga membantu persiapan acara dan menyambut tamu yang datang. Hal ini menunjukkan kebersamaan dan solidaritas sosial yang kuat dalam budaya Jawa.
  2. Pesta Rakyat (Pestha Rakyat): Di beberapa daerah di Jawa, sunat sering diadakan dalam rangkaian pesta rakyat (Pestha Rakyat) atau perayaan khusus yang melibatkan partisipasi banyak orang. Pesta rakyat ini bisa menjadi ajang pertunjukan seni tradisional, tarian, musik, dan berbagai hiburan lainnya.
  3. Penyelenggaraan dalam Waktu Tertentu: Sunat di Jawa biasanya dilakukan pada usia bayi, yaitu pada usia sekitar 7 hingga 40 hari setelah kelahiran. Biasanya, sunat di Jawa dilakukan ketika bayi laki-laki mencapai usia 40 hari.
  4. Bacaan Doa dan Upacara Adat: Sunat di Jawa seringkali melibatkan bacaan doa dan upacara adat khusus yang dipimpin oleh seorang tokoh agama atau sesepuh masyarakat. Doa-doa ini bertujuan untuk memberikan berkah kepada anak yang disunat dan memohon kelancaran proses sunat.
  5. Simbol Kesuburan dan Kedewasaan: Sunat di Jawa dipandang sebagai simbol kesuburan dan kedewasaan bagi anak laki-laki. Praktik sunat dipercaya membawa berkah dan perlindungan bagi anak dalam kehidupannya ke depan.
  6. Penggunaan Pakaian Khas: Saat acara sunat, anak yang disunat seringkali mengenakan pakaian khas Jawa, seperti blangkon (topi khas Jawa), baju kemben, dan sarung.

Upacara sunatan disebut juga menggunakan upacara khitan. Upacara sunatan dilakukan pada ketika anak  menjelang usia pubertas. Pada acara tradisi sunat di Jawa itu warga  istiadat Jawa mempunyai karakteristik serta norma ada bhineka rangkaian acara warga  Jawa yang melaksanakan tradisi sunat dari adat Jawa asli serta terdapat juga yang diselipi menggunakan imbas ajaran agama Islam. Anak  yang akan disunat biasanya berusia antara 4 sampai dengan 8 tahun. namun secara umum  anak sudah kelas 6 Sekolah Dasar seharusnya sudah mengalami upacara sunnatan atau khitan. Jika tak disunat maka anak itu akan menjadi bahan olok-olokan teman teman sepermainan mereka.

Pelaksanaan tradisi sunat merupakan sebagai bentuk perwujudan secara nyata pelaksanaan hukum Islam. Ibadah khitan pada kepercayaan  Islam mencontoh sikap Nabi Ibrahim yang menjalani khitan atau sunat buat pertama kali dalam sejarah para nabi pada agama Islam. Sunat atau khitan adalah pernyataan pengukuhan sebagai orang Islam. Manfaat berasal sunat ialah buat menjaga kesehatan tubuh dan  fikiran secara Islam. sang karena itu orang sering menyebut sunat menjadi selam yg adalah mengislamkan anak baik secara jasmani maupun rohani. dalam ajaran kepercayaan  Islam anak yang telah mengalami menjalani upacara tradisi sunat maka telah diklaim menjadi akil baligh. Anak yg sudah mencapai masa akil baligh berkewajiban untuk menjalankan perintah sholat harus 5 saat secara penuh.

Menurut Yodi Kurniadi (2017) pada buku istiadat adat masyarakat Jawa Timur, rangkaian acara upacara sunatan dari tradisi suku Jawa terdiri berasal 9 rangkaian program. Pertama, anak yg disunat matanya ditutup dari belakang sang orang tua yg memangkunya. lalu langkah kedua adalah juru sunat segera mulai menyunat atau dalam kata Jawa disebut netesi. Ketiga, akibat sunatan dicampur kunyit dan  kapas yang selanjutnya dimasukkan ke pada cuwo yg berisi bunga setaman. Cuwo ialah semacam tempayan yg terbuat asal tanah liat. Langkah keempat,  berisi yang akan terjadi tetesan sunatan lalu pada labuh atau dilarung di sungai atau bengawan.

Langkah kelima dalam upacara tradisi sunat pada suku Jawa artinya selesainya selesai disunat maka anak tadi disuruh mengunyah jamu yg terbuat asal lengkuas, kencur, kunyit asam, ketumbar, adas pulawaras, serta kunyit anggun. semua bahan-bahan jamu tersebut mentahan. kemudian langkah ke-6 dalam tradisi sunat Jawa yaitu mengenai cara mengunyahnya bergantian dan  yg diambil adalah imbasan air ludah sedangkan ampasnya dibuang. Langkah nomor  7 selesainya selesai mengunyah jamu tadi anak yg bersangkutan menekan telur ayam mentah. Selanjutnya langkag angka 8 anak itu dimandikan dengan duduk di bangku dingklik atau kursi kayu tanpa sandaran beralaskan seperti saat disunat. setelah selesai dimandikan selanjutnya anak yg sunat tadi dipakaikan kostum model Jawa kain kebaya yg masih baru.

Penting untuk dicatat bahwa tradisi sunat di jawa dapat berbeda di setiap wilayah dan keluarga. Beberapa keluarga mungkin lebih mengutamakan aspek budaya dan adat istiadat, sementara yang lain lebih menekankan sisi agama. Tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya Jawa yang perlu dihormati dan dilestarikan. Anda bisa cek terupdate informasi mengenai sunat di IG Rumah Sunat Galaxy berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *